Categories
News

10 Restoran di Jakarta untuk Resepsi Pernikahan

Belakangan ini tren melangsungkan resepsi pernikahan di restoran nampak nya kian meningkat. Restoran dengan interior menarik atau pemandangan indah, serta banyak spot Instagramable menjadi beberapa hal yang dipertimbangkan pasangan saat memilih suatu restoran sebagai tempat resepsi pernikahan. Jika kamu dan pasangan sedang merencanakan menggelar pesta pernikahan di restoran, mungkin beberapa restoran berikut bisa masuk dalam list kamu.

1. Eastern Opulence

Dari luar, restoran ini tampak seperti mansion, bahkan ada bagian rooftop yang desainnya terinspirasi dari Louvre Pyramid. Lokasinya pun sangat strategis, terletak di Dharmawangsa. Tidak perlu repot menambahkan dekorasi untuk wedding kamu karena interior di Eastern Opulence sudah terlihat sangat berkelas, mewah, dan cantik untuk difoto.

2. Bunga Rampai

Restoran bergaya Belanda ini menyajikan makanan Indonesia yang lezat. Mereka juga memiliki ruangan beratapkan kaca yang terletak di lantai 3. Restoran ini cocok untuk pasangan yang ingin menikah dengan konsep tradisional klasik atau modern klasik. Bunga Rampai terletak di Jalan Cik Ditiro No. 35, Menteng, Jakarta Pusat.

3. Kembang Goela

Bangunan dengan interior warna monokrom ini nggak hanya memberikan kesan elegan dan klasik tapi juga nyaman. Desainnya yang berkelas cocok untuk mereka yang ingin menikah dengan konsep pernikahan internasional atau tradisional. Kembang Goela terletak di Jalan Jend. Sudirman Kav. 47-48, Setiabudi, Karet Semanggi, Jakarta Selatan.

4. Wyl’s Kitchen

Restoran yang terletak di Veranda Hotel ini nyaman dan cocok untuk dijadikan sebagai lokasi pernikahan jika kamu hanya mengundang sedikit tamu. Lokasi ini lebih cocok untuk konsep pernikahan modern atau internasional. Wyl’s Kitchen juga bisa jadi tempat yang lucu untuk bridal shower.

5. Blue Jasmine

Didominasi nuansa biru dan putih, Blue Jasmine cocok untuk dijadikan lokasi bridal shower dan pesta pernikahan berkonsep modern. Lokasinya mudah dijangkau dan interiornya Instagramable.  Blue Jasmine yang menyajikan hidangan Indonesia ini terletak di The Maja, Jalan Kyai Maja No. 39, Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

6. Segarra

Terletak di kawasan Pantai Karnaval Ancol, di tempat ini kamu bisa mendapatkan sensasi pernikahan pantai di Bali. Cocok untuk pernikahan dengan konsep outdoor atau nautica. Restoran yang menghadap laut ini memiliki area yang luas untuk mengundang banyak tamu undangan.

7. Omah Sendok

Omah Sendok memiliki area semi outdoor dengan nuansa tradisional. Sangat cocok untuk kamu yang ingin memadukan konsep tradisional, sederhana dengan garden party. Omah Sendok terletak di Jalan Taman MPU Sendok No. 45, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

8. Karimata Taman Mini

Terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah ini nggak hanya luas namun juga mudah diakses. Rumah makan Karimata Taman Mini menyajikan makanan laut, khususnya ikan bakar bambu, namun kamu juga bisa menemukan makanan Indonesia lainnya. Desain bangunan yang tradisional dan didominasi unsur kayu ini lebih cocok untuk pernikahan berkonsep tradisional.

9. Tugu Kunstkring Paleis

Tugu Kunstkring Paleis memiliki space yang sangat besar untuk menampung tamu yang cukup banyak. Restoran yang juga berfungsi sebagai galeri ini punya beragam koleksi antik yang bisa jadi hiburan untuk para tamu undangan di acara pernikahanmu. Kamu bisa menikmati aneka makanan tradisional Indonesia, Belanda, dan beberapa menu Western yang sangat lezat. Lokasi: Tugu Kunstkring Paleis Jl. Teuku Umar No. 1, Menteng, Jakarta.

10. Bistronomy

Letaknya yang strategis di Senopati, membuat Bistronomy sering dijadikan restoran buat wedding di Jakarta. Memang tidak salah, restoran dengan interior yang elegan ini pas banget buat dijadikan venue wedding. Harga makanannya pun tidak terlalu mahal, tapi rasanya jempolan.

Categories
News

9 Pos Penting Biaya Resepsi Pernikahan

Setiap pasangan tentunya ingin menyelanggarakan pesta pernikahan yang meriah dan berkesan. Hal ini pastinya memerlukan persiapan biaya. Secara garis besar ada 9 pos penting dalam penyelenggaraan pernikahan yang biayanya “wajib” kamu persiapkan. Simak pembahasannya berikut.

1. Administrasi pendaftaran pernikahan

Sebelum menikah, hal pertama yang perlu kamu persiapkan adalah administrasi pendaftaran menikah. Kamu harus mendatangi Kantor Catatan Sipil untuk mendaftarkan pernikahan itu. Jika nggak mendaftarkan diri, pernikahanmu nggak akan dianggap sah oleh negara.

2. Sewa gedung

Jika berniat melangsungkan pernikahan yang mewah atau besar, kamu perlu menyewa gedung yang dapat memuat banyak seperti aula serbaguna, ruang konferensi hotel, atau aula masjid. Jika ingin melangsungkan pernikahan di kediaman perempuan, kamu terbebas dari biaya sewa gedung.

Namun, kamu tetap menghitung sewa tenda untuk acara pernikahan di rumah. Semakin luas dan semakin tinggi tenda, semakin besar biaya yang dikeluarkan. Serta, pastikan kamu tetap menghitung biaya parkir jika ingin merekrut tukang parkir atau ingin menyewa suatu halaman sebagai lahan parkir pada saat acara nanti.

3. Prasmanan atau katering

Biaya makanan pernikahan atau katering menjadi salah satu biaya nikah terbesar. Karena itu patut kamu perhitungkan sebijaksana mungkin. Kamu perlu menentukan jenis menu dan banyaknya tamu untuk mendapatkan perhitungan biaya katering yang tepat. Semakin banyak jenis makanan, semakin sulit olahan hidangan, dan semakin banyak tamu yang diundang, dapat memengaruhi besaran budget katering nikah. Sebagai alternatif, kamu bisa menyewa tukang masak untuk hidangan pernikahanmu nanti.

4. Rias dan gaun pengantin

Biaya gaun dan makeup pengantin juga cukup vital dalam pernikahan. Kamu benar-benar perlu mempertimbangkan pemilihan jasa rias pengantin karena jika nggak cocok, tentu akan berpengaruh pada riasanmu di hari pernikahan. Biaya rias pengantin akan menjadi lebih banyak ketika kamu akan melangsungkan pernikahan dengan prosesi adat. Ada banyak jasa rias pengantin yang menawarkan paket rias dan gaun. Tentu ini akan lebih menghemat pengeluaranmu dan pasangan.

5. Undangan dan souvenir nikah

Meski terkesan sederhana, undangan dan suvenir sendiri dapat memaka biaya yang besar jika kamu menginginkan desain yang beragam. Semakin banyak permintaan desain dan semakin banyak jumlah yang dipesan, dapat memengaruhi besaran pengeluaranmu. Untuk menekan biaya cetak undangan kamu bisa memilih alternatif undangan pernikahan digital untuk tamu-tamu tertentu.

6. Dokumentasi

Apa kamu ingin menyewa jasa foto yang sama untuk prewedding dan pernikahan nanti? Seberapa banyak tim foto dan video yang kamu butuhkan? Hal-hal seperti ini dapat memengaruhi penghitungan biaya foto dan video. Juga semakin bagus portofolio yang ia miliki, semakin tinggi harga sewa yang akan ia berikan padamu.

7. Dekorasi pernikahan

Bagaimana konsep dekorasi yang kamu inginkan untuk pernikahanmu nanti? Kamu dapat menentukannya setelah menemukan gedung yang tepat. Karena desain gedung itu sendiri dapat memengaruhi jenis dekorasi yang kamu inginkan.

8. Seragam keluarga dan bridesmaid/groomsmen

Baju keluarga yang nampak seragam akan melengkapi nuansa pesta secara keseluruhan. Belum lagi jika kamu memiliki teman dekat yang ingin dijadikan sebagai bridesmaid atau groomsmen, kamu perlu mengeluarkan sejumlah biaya untuk memberikan bahan atau baju pada mereka. Namun begitu, post ini adalah optional jika memang budgetmu mencukupi.

9. Hiburan musik

Rasanya, pesta tanpa musik akan terasa sepi, bukan? Karena itu kamu perlu mempertimbangkan penyewaan jasa musik untuk pernikahan. Terutama jika menggunakan prosesi adat, kamu dan pasangan perlu menyewa sanggar seni lengkap dengan pemain musik tradisionalnya

Categories
News

Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Bali

Secara umum, pernikahan adat Bali disebut sebagai dengan “pawiwahan”. Proses pernikahan adat Bali berpedoman pada aturan Kitab Weda dan hukum Hindu yang berlaku dalam masyarakat.

Dengan mengikuti kedua aturan tersebut, pasangan pengantin pun diyakini akan mendapatkan kebahagiaan di dunia (Jagaditha) serta kebahagiaan yang abadi (Moksa).

Menentukan Hari Baik

Pemilihan hari baik tersebut disesuaikan dengan kalender agama Hindu. Hari baik tersebut dipilih mulai dari calon mempelai pria datang untuk nyedek (memberitahukan) dan hari melangsungkan pernikahan sesuai hari yang disepakati oleh kedua belah pihak keluarga calon pengantin. Pemilihan hari baik ini bertujuan untuk mendapatkan kelancaran dan keberkahan sehingga pelaksanaan pernikahan dapat menjadikan kedua calon pengantin menjadi pasangan suami istri yang bahagia.

Ngekeb

Ngekeb bertujuan untuk mempersiapkan calon pengantin wanita. Dilakukan dengan memandikan dan mencuci rambut mempelai wanita dengan luluran khusus yang terbuat dari campuran daun merak, bunga kenanga, kunyit, dan beras yang telah dihaluskan. Luluran ini kemudian akan dibalurkan ke sekujur tubuh mempelai wanita pada sore hari.

Setelah itu, mempelai wanita masuk ke dalam kamar pengantin yang sudah disediakan sesajen dan tidak diperbolehkan keluar sampai mempelai pria menjemputnya. Ketika mempelai pria sudah tiba di kamar pengantin, sang wanita wajib ditutupi dengan selembar kain tipis berwarna kuning dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Kain yang dikenakan mengandung filosofi bahwa calon mempelai wanita telah siap untuk meninggalkan masa lajangnya, mengubur masa lalunya untuk proses menyongsong kehidupan baru, yaitu kehidupan rumah tangga. Ngekeb dilakukan untuk mempersiapkan mental calon pengantin dan sebagai kesempatan berdoa kepada kepada Ida Sang Hyang Widi agar dianugrahkan kebahagiaan lahir batin.

Ngungkab lawang

Ngungkab lawang  berarti membuka pintu. Hal ini dilakukan dengan cara menjemput calon pengantin wanita oleh pria dan mereka dipertemukan untuk menjalani sembilan rangkaian acara meliputi Pejati dan Suci Alit, Peras pengambean, Caru ayam brumbun asoroh, Bayekawonan, Prayascita, Pangulapan, Segehan Panca Warna, Segehan seliwang Atanding, dan Segehan Agung.

Namun, sebelum melakoni kesembilan rangkaian itu, pengantin pria harus mengucapkan syair weda dan dibalas dengan syair weda dari pengantin wanita lalu melemparkan daun betel atau daun sirih. Pelemparan ini bertujuan untuk menolak kekuatan jahat yang mungkin akan datang selama prosesi pernikahan berlangsung.

Selanjutnya, calon mempelai wanita dibawa ke rumah mempelai pria tanpa dikuti oleh keluarga perempuan, dengan cara digendong dan dibawa menggunakan tandu.

Mesegeh Agung

Sebelum memasuki pekarangan rumah mempelai pria, kedua calon pengantin harus menghadapi prosesi mesegeh Agung. Kain kuning yang menutupi tubuh mempelai wanita pun akan dibuka oleh calon ibu mertuanya. Kemudian, ditukar dengan uang kepeng satakan, pertanda menyambut dunia baru dan mengubur segala masa lalu, dan sebagai ungkapan selamat datang pada mempelai wanita.

Medengen-dengenan (Mekala-kalaan)

Upacara dalam pernikahan adat Bali ini bertujuan untuk membersihkan diri kedua mempelai. Sejumlah prosesi yang terdapat dalam upacara ini, meliputi Menyentuhkan Kaki pada Kala Sepetan, Jual Beli antara mempelai wanita dan pria, Menusuk Tikeh Dadakan yang dilakukan oleh mempelai pria sebagai simbol kekuatan Lingga dan Yoni. dan terakhir Memutuskan Benang yang terentang pada batang pohon dadap yang menganalogikan kedua mempelai siap memasuki dunia baru dengan kehidupan berkeluarga.

Upacara Mewidhi Widana

Umumnya, prosesi mewidhi widana dipimpin oleh seorang pendeta atapun sulinggih, bunyi genta akan mengiringi prosesi ini dilakukan untuk menyempurnakan upacara pernikahan dan membersihkan diri kedua mempelai setelah upacara-upacara sebelumnya.

Kedua calon pengantin akan menuju sanggah atau pura merajan di pekarangan rumah, memberitahukan akan hadirnya keluarga baru kepada para leluhur, serta memohon ijin dan restu agar kehidupan berkeluarga keduanya dilanggengkan dan memiliki keturunan yang baik. Pada upacara ini, kedua mempelai akan memakai pakaian kebesaran pengantin atau bisa juga dengan pakaian adat biasa sesuai kemampuan.

Upacara Mejauman (Ma Pejati)

Upacara Mejauman juga disebut dengan “ngabe tipat bantal” atau membawa tipat bantal. Di beberapa daerah, masyarakat banyak menyebutnya sebagai upacara “meserah”.

Dalam prosesi pernikahan adat Bali ini, wanita yang mengikuti sang suami datang kembali ke keluarga wanita didampingi oleh keluarga besar, kerabat dan tetangga dari keluarga pria.

Dengan melakukan upacara mepamit di sanggah pekarangan atau pun merajan, dan mepamit (mohon ijin meninggalkan) secara niskala kepada leluhur keluarga wanita.

Natab Pawetonan

Ritual natab pawetonan dilakukan di atas tempat tidur dengan cara menyerahkan seserahan berupa barang bernilai, seperti perhiasan dan pakaian oleh mempelai pria kepada ibu dari mempelai wanita.

Barang bernilai yang diserahkan tersebut merupakan simbol “pengganti air susu ibu”. Hal ini melambangkan harapan tugas sang ibu dalam mendidik, membesarkan, dan melindungi anaknya telah selesai dan berpindah kepada calon suami.

Bekal (Tadtadan)

Dalam prosesi pernikahan adat Bali, bekal (tadtadan) dilakukan dengan cara memberikan seperangkat perhiasan atau pakaian ibadah dari ibu kepada anak wanitanya. Upacara ini melambangkan sebuah harapan sang anak akan selalu mengingat jasa-jasa ibunya yang telah berjuang susah payah dalam melahirkannya. Sementara itu, pakaian ibadah yang diberikan merupakan simbol bahwa anak tersebut diharapkan akan terus beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa.

Mejaya-jaya

Upacara ini dilaksanakan setelah pasangan pengantin telah sah menjadi suami istri dan melambangkan harapan agar selalu diberi kemudahan serta bimbingan dari para Sanghyang Pramesti Guru.

Setelah upacara mejaya-jaya, kedua pengantin baru tidak diperbolehkan untuk keluar atau bepergian selama tiga hari berturut-turut. Mereka wajib tinggal di rumah untuk melakukan kewajibannya sebagai suami istri. Aturan ini diyakini dapat meningkatkan keintiman hubungan kedua mempelai dan agar sang pria bisa banyak memberikan nasihat kepada istrinya.

Selain itu, aturan tersebut juga sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga dari pihak wanita dengan harapan tali kekeluargaan akan terus terjalin erat

Categories
News

Mengenal Filosofi Mahkota Pengantin Nusantara

Nusantara memiliki beragam pakaian pengantin tradisional yang unik, berbeda satu dengan lainnya serta memiliki filosofi mendalam. Demikian halnya dengan mahkota yang dipakai oleh pengantin tradisional pada momen pernikahan mereka. Bukan hanya sekedar hiasan kepala, ada makna disetiap detailnya. Berikut beberapa mahkota dengan makna filosofi yang menarik untuk kita simak.

Gorontalo

Mahkota pengantin Gorontalo bernama Baya lo Boute. Baya lo Boute terbagi dalam Layi, Pangge Mopa, Huli, Dungo Bitila, Huwo O, dan Taya yang tiap-tiap hiasannya memiliki arti pengabdian, kesucian, kewajiban, pahlawan, dan pengayoman kepada rakyat.

Mandailing

Bernama Bulang, merupakan mahkota pengantin khas Mandailing Sumatera Utara. Bulang memiliki desain yang bertingkat, di zaman dulu semakin tinggi mahkota ini menandakan banyaknya hewan yang disembelih saat upacara pernikahan. Terbuat dari emas, beratnya mahkota ini memiliki makna tanggung jawab dari mempelai wanita kelak menjadi seorang istri.

Bugis

Pinang goyang jadi salah satu mahkota yang dipakai saat adat pernikahan Bugis Sulawesi Selatan. Aksesoris ini biasanya terletak di atas sanggul dan juga dibarengi oleh bunga simpolong.

Lampung

Mahkota pengantin daerah Lampung disebut Siger atau sigor. Selain bentuknya yang unik, mahkota ini juga memiliki makna yang tak biasa. Tak hanya sebagai lambang keanggunan dan penghormatan kepada pengantin wanita, aksesoris ini pula melambangkan sembilan sungai besar yang ada di Lampung seperti, Way Pengubuan, Way Sekampung, Way Tulang Bawang, Way Menggala, Way Seputih, Way Mesuji, Way Semangka, Way Jepara dan Way Terusan.

Betawi

Mahkota pengantin Betawi disebut sebagai Siangko dan burung Hong yang berada di sisi kanan dan kiri Siangko. Beberapa di antaranya juga mengenakan cadar sebagai pelengkapan tampilannya. Makna dari hiasan kepala ini adalah kesucian dari wanita yang kelak akan menjadi istri.

Palembang

Ada dua pilihan mahkota bagi pengantin khas Palembang yaitu Aesan Paksangko atau Aesan Gede. Meski keduanya sama-sama memiliki warna emas, tapi berbeda pada bentuk mahkota.

Sunda

Mahkota Siger menjadi aksesoris yang digunakan dalam pernikahan adat Sunda memiliki makna kehormatan kepada martabat seorang wanita. Hiasan kepala ini juga memiliki makna kebijaksanaan serta kesetiaan wanita pada pria yang dia cintai.

Minang

Sunting atau Suntiang merupakan mahkota yang berasal dari adat Minang atau Padang. Hiasan kepala ini terbuat dari emas dengan aksen bunga yang berlapis-lapis, sehingga beratnya bisa mencapai 3,5 hingga 5 kg. Makna dari mahkota ini adalah kesiapan seorang perempuan untuk menjadi istri dan ibu dengan segala tanggung jawabnya.

Bali

Mahkota pernikahan asal Bali terinspirasi dari kerajaan Badung. Tersusun dari bunga-bunga sandar berwarna. Payang Agung sendiri terbuat dari emas dan berarti mewah. Hiasan kepala ini memiliki makna yang mendalam yakni, segala kedamaian hidup yang diberikan dari dewa dan dewi.

Yogyakarta


Paes Ageng merupakan mahkota yang dipakai saat pernikahan menggunakan adat Yogyakarta. Paes Ageng memiliki makna doa dan panduan untuk menjadi wanita seutuhnya dangan kesucian, kecantikan dan keanggunannya

Categories
News

Tren Undangan 2022

Ditengah berlakunya pembatasan fisik selama pandemi, para calon pengantin cenderung memilih undangan digital untuk mengundang para tamu menghadiri acara pernikahan mereka. Hal ini disebabkan undangan digital jauh lebih murah, proses pembuatan lebih cepat, dan lebih memungkinkan jika ada perubahan tanggal ditengah kondisi yang serba tidak tentu saat itu.

Meski demikian masih banyak juga yang memakai undangan fisik untuk undangan pernikahan mereka, sehingga tercipta tren undangan selama tahun 2022 ini dilihat dari bahan pembuatnya. Seperti apa ya?simak yuk!

Undangan Akrilik

Undangan Velvet

Undangan Gliter Lasercut

Undangan FlatBelt

Undangan Vellum Paper

Undangan Kertas Tepi Kasar

Categories
News

Mitos Seputar Pernikahan di Indonesia

Indonesia memiliki beragam adat budaya yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari. Beberapa kebiasaan menjelma menjadi mitos yang dipercaya turun-temurun. Mitos tersebut juga ada bagi calon pengantin yang hendak melangsungkan pernikahan. Berikut beberapa mitos seputar pernikahan yang ada di Indonesia. Benar atau tidaknya mitos yang beredar, diharapkan kita cukup bijak untuk mengambil sisi baik dari mitos tersebu.

Menjatuhkan cincin

Mitosnya siapapun yang menjatuhkan cincin pernikahan, entah Anda sendiri atau pasangan Anda maka akan meninggal. Terlepas benar atau tidak, sejatinya cincin pernikahan memang betul-betul dipegang erat.

Jauh jodoh karena jarang hadiri pernikahan

Mitosnya jika malas menghadiri pesta pernikahan padahal sudah diundang, maka jodoh orang tersebut semakin jauh. Benar atau tidak yang pasti mitos ini bisa jadi pengingat bagi kita agar lebih menghargai orang yang mengundang Anda pada pesta pernikahannya.

Dilarang konsumsi sayap ayam

Tahukah Anda bahwa ada mitos yang menyebutkan perempuam yang belum menikah dilarang mengonsumsi daging ayam bagian sayap. Sebab diyakini jodohnya bisa terbang menjauh seperti halnya sayap ayam.

Konsultasi orang pintar

Dalam banyak kepercayaan di dalam suku,terutama suku Jawa yang namanya tanggal pernikahan mitosnya harus dikonsultasikan kepada “orang pintar”. Hal ini dilakoni selain agar terpilih tanggal yang baik untuk menggelar acara pernikahan dengan lancar tanpa hambatan. Tetapi juga berpengaruh pada nasib rumah tangga kedua mempelai.

Melangkahi saudara kandung

Mitosnya seorang adik yang melangkahi kakaknya, alias menikah duluan dan sang kakak masih belum menikah bisa membuat jodoh sang kakak semakin lama datang menghampiri. Jika terdesak, solusinya adalah sang adik harus memberikan hadiah kepada sang kakak sesuai kehendak sang kakak. Sejatinya setiap orang memiliki waktu masing-masing soal jodoh bukan?

Dilarang menikah di bulan Suro

Dalam keyakinan suku Jawa disebutkan adalah larangan jika memilih menikah waktu di bulan Suro. Sebab menikah di bulan Suro ini diyakini bisa membawa keburukan, musibah bagi kehidupan rumah tangga kedua mempelai

Bunga melati pengantin 

Mitos satu ini diperuntukkan bagi wanita yang masih single. Katanya jika ingin jodoh cepat datang menghampiri, saat datang ke pesta pernikahan harus mengambil hiasan bunga melati di rambut pengantin wanita tapi tanpa sepengetahuan sang pengantin. Sulit juga ya!

Wajib pingit

Sebagian pihak mempercayai bahwa saat masa mendekati acara pernikahan, kedua calon pengantin dilarang keluar rumah untuk beraktivitas apalagi saling bertemu. Jika tidak melakukan pingitan dengan nekat bertemu atau nekat beraktivitas, katanya bisa mendatangkan kesialan dalam pernikahan

Categories
News

Mengenal Pernikahan Adat Tionghoa

Adat pernikahan Tionghoa mempunyai beberapa rangkaian upacara yang menarik untuk disimak berikut ini.

Lamaran

Merupakan prosesi di mana keluarga pihak laki-laki datang ke rumah keluarga perempuan. Ada simbolisasi pemberian kalung, lalu membicarakan hari pernikahan, kemudian pihak perempuan mengundang makan siang bersama.

Sangjit

Prosesi dimana keluarga pihak laki-laki datang ke rumah keluarga perempuan, umumnya 1-2 minggu sebelum pernikahan. Pihak laki-laki memberi uang susu dan ping ching, lalu tukar-menukar baki di mana pihak laki-laki memberikan barang kebutuhan perempuan dan pihak perempuan memberikan barang kebutuhan laki-laki. Berlanjut dengan pihak laki-laki juga membawa baki berisi makanan dan buah seperti jeruk dan apel, yang harus dikembalikan setengahnya (jumlah baki serta isi masing-masing baki harus genap, bahkan setelah dibagi 2), dan bertukar red wine dengan sirup. Hiasan yang digunakan biasanya berupa huruf mandarin dari double happiness.

Sung Chia Cuang

Di sini orangtua pihak perempuan membekali anaknya untuk masuk ke rumah keluarga laki-laki. Barang-barang yang diberikan pada waktu Sangjit (kecuali makanan), harus dibawa juga. Sepasang lentera dibawakan dan dinyalakan sampai hari pernikahan. Barang yang umum dibekali biasanya seprai, bed cover, bantal dan guling. Untuk praktisnya pada jaman sekarang, umumnya dilakukan sore hari disambung setelah upacara Sangjit. Pemasangan seprai di kamar pengantin dilakukan oleh pihak perempuan.

Tepai (tea ceremony)

Sebuah upacara perkenalan mempelai wanita dengan keluarga pihak laki-laki yang lebih tua posisinya dalam silsilah keluarga, disertai penghormatan dengan pemberian teh yang sebaliknya dibalas dengan ang pau atau perhiasan. Biasa dilakukan pada hari pernikahan sebelum resepsi. Karena alasan praktis, terkadang berbarengan hari resepsi pun tidak mengapa

Categories
News

Suku di Indonesia Dengan Biaya Pernikahan Termahal

Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi adat istiadat dan pernikahan adalah salah satu prosesi yang melibatkan adat. Tidak heran jika banyak pernikahan di Indonesia yang harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk prosesi adat ini. Ada beberapa suku yang memiliki adat pernikahan termahal. Apa saja suku-suku tersebut? simak yuk

Pernikahan Suku Bugis

Suku Bugis terkenal dengan adat pernikahan yang termahal di Indonesia. Ini disebabkan adanya uang panai dalam suku bugis yang wajib diberikan oleh pihak mempelai laki-laki ke pihak mempelai perempuan menjelang hari pernikahan. Uang panai memiliki jumlah yang cukup besar dan disesuaikan dengan status pendidikan dan status sosial mempelai perempuan.

Semakin tinggi tingkat pendidikan pihak mempelai perempuan maka akan semakin besar uang panai yang wajib diberikan oleh pihak laki-laki. Belum lagi acara pernikahan dalam Suku Bugis yang digelar dengan megah, mulai dari malam hari hingga di hari pernikahan.

Pernikahan Suku Banjar

Suku Banjar dari Kalimantan juga menjadi adat pernikahan paling mahal di Indonesia. Ini dikarenakan proses pernikahan di Suku Banjar yang mewah dan berhari-hari. Seperti halnya Uang Panai dalam Suku Bugis, Suku Banjar juga memiliki adat mantaar jujuran yang wajib diberikan oleh mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan untuk biaya acara pernikahan.

Pernikahan Suku Minangkabau

Suku Minangkabau menerapkan sistem matriarki, sehingga dalam pernikahan pihak perempuan yang wajib mendatangi pihak laki-laki. Suku Minangkabau memiliki rangkaian adat pernikahan yang panjang dan juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Adat pernikahan ini dilakukan sejak malam bainai hingga saat menjemput mempelai laki-laki yang disebut dengan manjapuik marapulai. Biaya penjemputan pihak laki-laki ini mencapai ratusan juga dan pihak perempuan yang harus membayarkan biaya ini.

Pernikahan Suku Batak

Suku Batak juga menjadi salah satu suku dengan biaya pernikahan termahal di Indonesia. Ini dikarenakan uang seserahan yang harus diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada pihak mempelai perempuan. Seserahan ini disebut dengan sinamot dan besarannya sesuai dengan tingkat pendidikan mempelai perempuan. Jadi, semakin tinggi tingkat pendidikan mempelai perempuan maka sinamot ini akan semakin besar.

Pernikahan Suku Sasak

Ada tradisi unik dari adat Suku Sasak, yakni jumlah mahar yang harus diberikan ditentukan oleh jarak rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Selain faktor jarak rumah kedua mempelai, status sosial, kasta, dan keturunan juga berpengaruh dalam menentukan jumlah mahar yang harus diberikan. Pasangan yang berasal dari kasta dan keturunan yang berbeda maka akan memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan pasangan yang berasal dari kasta yang sama

Categories
News

Makna Paes dan Hiasan Kepala Pengantin Jawa

Paes adalah riasan berupa lekukan-lekukan di dahi wanita yang biasanya berwarna hitam, namun pada pengantin adat solo basahan berwarna hijau. Ini terbuat dari pidih, yang merupakan campuran malam (sejenis lilin) yang bersifat nggak kering namun juga nggak meleleh. Paes dan hiasan lainnya memiliki makna berupa doa dan tuntunan untuk sang perempuan.

Gajahan

Lekukan paling besar yang berada di tengah dahi disebut gajahan yang  bermakna harapan kalau seorang perempuan akan dihormati dan ditinggikan derajatnya.

Pengapit

Lekukan yang lebih runcing, yang berada di sisi gajahan disebut pengapit. Ini diibaratkan sebagai pengendali gajahan agar dapat berjalan lurus ke depan sehingga nggak ada rintangan berat dalam menjalani kehidupan pernikahan.

Penitis

Di samping pengapit ada lekukan lebih kecil yang disebut penitis. Ini melambangkan kalau segala sesuatu harus memiliki tujuan dan efektif, seperti dalam membuat anggaran rumah tangga.

Godheg

Lekukan yang menyerupai cambang ini disebut godheg. Ini melambangkan harapan agar kedua mempelai dapat bertindak secara bijaksana dan selalu introspeksi diri.

Cithak

Selain riasan paes, pada tengah-tengah dahi pengantin perempuan juga akan dihias dengan Cithak. Seperti perempuan India, ya? Hiasan berbentuk belah ketupat ini menjadi simbol kalau permepuan harus fokus dan setia.

Alis Menjangan

Bentuk alis pengantin Jawa dibuat bercabang dan disebut alis menjangan. Bentuknya terinspirasi dari tanduk rusa, dan maknanya pun berasal dari hewan itu. Perempuan harus memiliki tiga karakter yang dimiliki rusa, yaitu cerdik, cerdas, dan anggun.

Sanggul Bokor Mengkurep

Sanggul ini bermakna harapan agar perempuan bisa mandiri dan bersyukur atas anugerah Sang Pencipta.

Cundhuk Mentul

Cundhuk Mentul adalah hiasan yang digunakan di atas kepala pengantin wanita yang melambangkan harapan agar kehidupan pernikahan selalu disinari oleh matahari. Jumlah yang dipasangan bisa berapa saja selama dalam angka ganjil. 9 cundhuk mentul berarti melambangkan wali songo.

Categories
News

Mitos Larangan Pernikahan Dalam Adat Jawa

Bagi masyarakat Jawa, pernikahan tidak hanya soal kemeriahan pesta. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika hendak menikah, seperti menentukan tanggal yang tepat, hari, dan lain-lainnya. Mitos seputar pernikahan juga kerapkali menjadi faktor yang dipertimbangan, terutama bagi para orangtua pengantin yang masih memegang teguh adat istiadat Jawa. Mitos larangan seputar pernikahan apa sajakah yang ada dalam adat suku Jawa, simak yuk!.

Menikah antara anak pertama dan ketiga (siji karo telu)

Larangan pernikahan antara anak pertama dan ketiga atau biasa disebut jilu (siji karo telu). Mitosnya, jika anak pertama dan ketiga menikah, rumah tangganya akan sulit akur dan sering diterpa masalah. Hal ini, menurut mitos adat Jawa, perbedaan karakter yang biasanya cukup jauh antara anak pertama dan anak ketiga, bisa membuat pernikahan sulit langgeng.

Menikah antara anak pertama dengan anak pertama

Mitos lainnya yaitu, larangan pernikahan antara anak pertama dengan anak pertama. Selain itu, juga perlu dihindari jika salah satu orangtua dari mereka adalah anak pertama di keluarganya. Sehingga jika disusun menjadi angka 1 1 1 atau siji jejer telu, yang konon dipercayai bisa membuat pernikahanmu tidak bahagia. Jika pernikahan ini tetap dilangsungkan, sebagian masyarakat percaya bahwa pernikahan ini akan mendatangkan kesialan dan malapetaka.

Bulan Suro atau Muharram

Mitos selanjutnya adalah menghindari bulan Suro atau Muharram ketika ingin melangsungkan pernikahan karena diyakini sebagai bulan yang suci. Konon di bulan ini Nyai Roro Kidul mengadakan perayaan atau hajatan sehingga masyarakat dilarang untuk mengadakan pesta agar jauh dari nasib sial.

Menikah dengan pasangan yang rumahnya hanya berjarak lima langkah atau berseberangan

Jika rumah pasangan hanya berjarak lima langkah atau berseberangan, hal tersebut perlu dipertimbangkan lebih jauh. Pasalnya menurut adat Jawa, jika pernikahan tetap digelar dan menentang larangan satu ini maka rumah tangga akan mengalami kekurangan dan tidak bahagia.

Perhitungan weton jodoh

Dalam adat istiadat Jawa perhitungan weton jadi salah satu cara untuk menentukan kecocokan pasangan. Perhitungan weton bisa kamu lakukan dengan melihat hari, tahun, dan tanggal lahir masing-masing. Jika cocok maka ini menandakan bahwa rumah tangga kalian ke depannya akan diberi kelancaran dan kemudahan serta tentunya harmonis.

Tapi, ada juga hasil yang tidak terlalu baik dan menjadi tanda bahwa wetonmu dan pasangan tidak cocok. Menurut kepercayaan adat istiadat Jawa, jika weton pasangan tidak cocok maka pernikahan pasti akan diterpa masalah dan kertidakrukunan.

Rumah pasangan dekat dengan rumah ipar

Jika rumah pasangan dekat dengan rumah ipar, maka konon katanya salah satu orangtuamu akan meninggal.

Itulah beberapa mitos larangan pernikahan menurut adat Jawa yang penting juga untuk dipertimbangan sebelum menggelar pesta pernikahan. Mitos pastinya belum tentu benar, namun tak ada salahnya jika mempertimbangkan larangan di atas dan melestarikan budaya bangsa

Screen Shot 2022-08-12 at 09.12.20
Rek BCA a.n Eric Limawan